Show simple item record

dc.contributor.authorNOVRIYANDA, GUSTI
dc.contributor.authorRAMADHANI, FEBRIAN
dc.contributor.authorFITRIANSYAH, KIKI
dc.date.accessioned2019-01-22T03:22:43Z
dc.date.available2019-01-22T03:22:43Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.atmaluhur.ac.id//handle/123456789/1923
dc.description.abstractDeva Eyelash Studio berdiri pada tanggal 02 Januari 2016 berlokasi di Jl. Letkol Saleh Ode, Kel.Bukit Merapin, Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Deva Eyelash Studio merupakan usaha yang bergerak dibidang jasa kecantikan, tepatnya pemasangan produk kecantikan pada wajah wanita. Salon ini melakukan pembayaran dengan cara tunai, tidak mempunyai website dan metode pembayaran yang sistematis kepada konsumen. Dengan e-commerce suatu kontaktransaksi perdagangan antara pemilik dan pelanggan dapat menggunakan media internet. Keuntungan dengan menggunakan transaksi melalui e-commerce adalah untuk meningkatkan pendapatan dengan menggunakan promosi online yang lebih prakti. Namun proses pencatatan dan perhitungan yang dilakukan pada Deva Eyelash Studio yang masih bersifat manual.Oleh karena itu, sering terjadi kesalahan baik secara proses maupun darifaktor manusia dalam pengolahan data transaksi pemasangan. Tahapan metode penelitian ini menggunakan metode Object Oriented Analysis dan Design (OOAD). Untuk mengatasi sistem manual tersebut, diperlukan suatu website berbasis e- commerce yang sangat sesuai untuk mendukung kemajuan dan perkembangan bisnis.Hasil penelitian ini berupa system informasi rancangan e-commerce berbasis website.en_US
dc.publisherSTMIK ATMA LUHURen_US
dc.subjectSISTEM INFORMASI E-COMMERCEen_US
dc.subjectDEVA EYELASH STUDIOen_US
dc.subjectMODEL WATERFALLen_US
dc.titleANALISIS DAN PERANCANGAN E-COMMERCE PADA DEVA EYELASH STUDIO BERDASARKAN KONSEP WATERFALL MODELen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record